Pondok Shabran UMS resmi terima 40 mahasantri baru, perkuat komitmen sebagai pusat pencetak kader unggul Muhammadiyah
Halo CampusBrainers! di hari Kamis yang cerah ini, kampus tercinta kita hari ini punya berita menarik nih. Simak yaa!
Sebanyak 40 mahasantri baru Program S1 resmi terpilih untuk melangkah ke Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Tahun Aksdemi 2026/2027. Mereka berhasil lolos setelah melewati rankaian seleksi ketat Penerimaan Mahasantri Baru (PMB) mulai dari verifikasi berkas, uji hafalan al-Qur'an, tes tertulis (Bahasa Arab, Dirasah Islamiyah. dan Kemuhamadiyahan), hingga babak penentu berupa tes wawancara.
Proses penyaringan super ketat ini sengaja digelar demi menjaring orang terbaik dari berbagai penjuru negeri, yang siap digembleng menjadi calon ulama dan pemimpin masa depan Persyarikatan Muhammadiyah
Peta asal mahasantri baru ini mempertegas daya jangkau Pondok Shabran UMS yang kian besar di kancah nasional. Tahun ini, Jawa Timur mendominasi dengan mengirimkan 9 delegasi terbaiknya, disusul ketat oleh Jawa Tengah dengan 8 orang. Tak kalah kompetitif, Lampung mengirimkan 5 mahasantri, disusul Jawa Barat (4 orang), dan Sulawesi Barat (3 orang). Semangat merajut kebinekaan kian terasa dengan hadirnya masing-masing 2 perwakilan dari Sumatera Utara dan NTB, serta lengkingan keterwakilan dari Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, NTT, hingga Sulawesi Selatan yang masing-masing mengirimkan 1 mahasantri terbaiknya. Keragaman sosiokultural ini menjadi bukti sahih betapa kuatnya magnet kaderisasi Pondok Shabran UMS dalam memikat talenta muda dari sabang sampai merauke.
Sumber: Media UMS
Rampungnya proses PMB Tahun Akademi 2026/2027 kian menegaskan posisi tawar Pondok Shabran UMS sebagai kawah candradimuka kaderisasi Muhammadiyah di tingkat nasional. Pondok ini tidak sekadar menerima santri, melainkan menyaring intan-intan terbaik untuk digembleng secara holistik Targetnya jelas: melahirkan arsitek peradaban Islam masa depan para ulama intelektual dan pemimpin umat yang berwawasan berkemajuan. (CERITA)
Tidak ada komentar