Header Ads

UMS dan Mitra Internasional Dorong Pelaku Usaha Perkuat Keunikan Bisnis di Malaysia

 Hai Campusbrainers!! Di hari Selasa yang cerah ini blog RAPMA FM hadir dengan berita menarik lagi nih, yuk simak beritanyaa!!

Persaingan bisnis yang semakin ketat mendorong UMS bersama UNISA Yogyakarta, UMUKA, dan IIUM Malaysia untuk menggelar program Pengabdian Kepada Masyarakat - Kemitraan Internasional (PKM-KI). Kegiatan ini hadir sebagai ruang bagi para pelaku usaha untuk memahami cara memasarkan bisnis mereka secara lebih efektif. Sesi dipandu oleh Prof. Muhammad Sholahuddin, M.SI., Ph.D., dari UMS, yang membawakan tema tentang alasan mendasar mengapa seorang pelanggan memilih satu bisnis dibanding yang lain. Turut hadir pula mahasiswa UMS dari berbagai jenjang , Tazkia Amalia, M. Nisman Fadhil, dan M. Amir A yang berperan aktif dalam pendampingan peserta selama kegiatan berlangsung.

Sumber news.ums.ac.id


Sholahuddin menekankan bahwa kualitas produk saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan. Yang justru lebih sering menjadi pembeda adalah seberapa jelas seorang pelaku usaha mampu menyampaikan nilai dari apa yang mereka tawarkan. Pelanggan tidak punya banyak waktu untuk menebak-nebak, jika dalam hitungan detik mereka tidak memahami manfaat yang akan mereka dapatkan, mereka akan beralih ke pilihan lain. Oleh karena itu, setiap bisnis perlu memiliki keunikan utama yang disampaikan secara spesifik: menyebut dengan jelas siapa pelanggan yang dituju, masalah apa yang ingin diselesaikan, dan keunggulan apa yang membedakan dari pesaing.

Sumber news.ums.ac.id

Sebagai panduan praktis, Sholahuddin memperkenalkan sebuah formula sederhana yang bisa langsung diterapkan: “Saya membantu siapa untuk mencapai hasil yang diinginkan dengan cara keunikan yang dimiliki, tanpa hal yang tidak disukai pelanggan.” Formula ini mendorong pelaku usaha untuk berpikir lebih terstruktur tentang pesan pemasaran mereka agar terasa personal dan langsung menjawab kebutuhan pelanggan. Keunikan bisnis itu sebenarnya sudah dimiliki oleh setiap orang. Tantangannya hanya satu, yaitu bagaimana merangkainya menjadi kalimat yang mudah dipahami. Seperti yang ia tegaskan di penghujung sesi, pelanggan tidak selalu memilih yang terbaik, melainkan memilih yang paling jelas menjelaskan manfaatnya. (DASANA)





Tidak ada komentar

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.